Kota
home tentang kami hubungi kami
facebook twitter google plus

facebook facebook
twitter twitter
LOGIN ANGGOTA
Email
Password
  lupa password?
artikel icon   ARTIKEL

Bagaimana Menjadi Guru Playgroup & TK Yang Baik?

oleh akupintar.info

teacherSaat saya mewawancarai  para pelamar  yang ingin bekerja menjadi guru playgroup, saya menemui bahwa mereka berasal dari latar belakang pendidikan yang sangat beragam. Mulai dari sarjana biologi, sarjana ekonomi, sarjana pertanian, sarjana teknik dan tentu saja sarjana pendidikan.  Kemudian saat mereka ditanya mengapa mereka ingin menjadi guru playgroup, hampir semua akan menjawab karena senang dengan anak-anak. Tentu saja saya sangat senang menemukan bahwa banyak orang yang ingin menjadi guru playgroup. Namun demikian, untuk menjadi guru playgroup yang baik tentu saja dibutuhkan lebih dari sebuah keinginan dan kesenangan saja. Anak kecil memang selalu punya tingkah yang lucu dan keluguan mereka dapat mencerahkan hari kita. Tetapi, akan ada banyak waktu dimana dibutuhkan ketekunan, kegigihan dan kerja keras untuk mendidik mereka. Berikut ini beberapa karakteristik dari guru-guru playgroup berkualitas yang saya temui.

 

1. Mencintai Anak & Senang Beraktivitas Dengan Anak

“It’s just a common sense.” Bagaimana mungkin seseorang bisa menjadi guru playgroup yang baik jika tidak mencintai anak & senang beraktivitas  dengan mereka. Untuk menjadi guru yang baik seseorang harus benar-benar aktif dalam berinteraksi dengan anak-anak. Bukan hanya sekedar menjadi pengamat, pengajar, pendongeng, atau penghibur, tetapi benar-benar menjadi teman atau partner bagi anak dalam mengeksplorasi dunia yang baru bagi mereka.  Seseorang yang senang beraktivitas dengan anak-anak akan menunjukkan antusiasme saat berinteraksi dengan anak. Antusiasme ini menular pada anak-anak didiknya dan dapat membangun suasana di dalam kelas menjadi dinamis yang mana sangat dibutuhkan untuk mendukung anak-anak belajar dan berkembang dengan baik. Mengajar anak kecil bukanlah hal yang mudah, setiap anak memiliki karakter, kemampuan, kebiasaan, kesukaan dan keinginan yang berbeda-beda. Hanya dengan antusiasme, energi dan kerja keras, seseorang dapat menjadi guru yang baik.

2. Mau Terus Belajar

Kualitas suka belajar dan mau terus belajar adalah salah satu yang akan menentukan keberhasilan seseorang menjadi guru yang baik. Mau belajar berarti mau berubah dan memperlengkapi diri secara terus menerus.  Sumber belajar seorang guru bisa dari mana saja, baik dari buku, video, training, teman sekerja, bahkan dari anak dan orangtua. Guru yang baik akan memiliki keinginan yang kuat untuk terus berkembang dan hal ini akan mempengaruhi cara dia mengajar dan cara anak belajar. Akan sangat menyedihkan jika melihat seorang guru yang mengajar dengan materi  yang sama, cara yang sama, pola yang sama selama bertahun-tahun padahal menghadapi anak-anak dan tuntutan zaman yang berbeda.

3. Dedikasi Yang Tinggi

Mengajar dan mendidik jelaslah bukan suatu pekerjaan yang hasilnya dapat segera dinikmati dalam hitungan jam atau hari atau minggu. Mungkin dibutuhkan waktu berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun untuk melihat hasil dari anak-anak didik. Dibutuhkan dedikasi dan komitmen yang tinggi dari seorang guru untuk mengajarkan sesuatu kepada anak, baik itu berupa pengetahuan dan kemampuan  kognitif, kebiasaan baik, keahlian tertentu atau karakter-karakter penting yang perlu mereka miliki. Tidak seperti membuat adonan kue dan memasukkan ke dalam oven dan kita bisa langsung menikmati hasilnya, mendidik anak membutuhkan proses dan waktu yang cukup panjang.

 

“Teaching kids to count is fine, but teaching them what counts is best.” –Bob Talber

 

 

Perlengkapan Sekolah
Pengembangan Guru
Peluang Usaha