Kota
home tentang kami hubungi kami
facebook twitter google plus

facebook facebook
twitter twitter
LOGIN ANGGOTA
Email
Password
  lupa password?
artikel icon   ARTIKEL

10 Standard Pra-Sekolah Yang Berkualitas

oleh akupintar.info

10 STANDARD PRA-SEKOLAH YANG BERKUALITAS

Menurut  NAEYC (National Association for the Education of Young Children – USA)

1. HUBUNGAN

Program sekolah mengembangkan hubungan yang positif diantara anak-anak dan orang dewasa. Sekolah mendorong setiap anak untuk memiliki penghargaan terhadap diri sendiri dan menjadi bagian yang berharga dalam masyarakat, mendidik anak menjadi anggota masyarakat yang bertanggungjawab.

Hubungan yang hangat, peka dan resposif menolong anak merasa aman. Lingkungan yang aman dan nyaman yang dibangun dengan hubungan-hubungan yang positif menolong anak berkembang secara fisik, mendapat kemajuan melalui pengalaman-pengalaman belajar, dapat bekerjasama dan bergaul dengan baik.

Apa yang perlu dicari:

  • Anak dan orangtua merasa diterima saat mereka berkunjung ke sekolah. Guru menolong anak untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan untuk berteman dengan anak lain.
  • Guru melakukan komunikasi yang hangat dan ramah dengan anak, mendorong anak untuk maju dan menghargai hasil kerja dan pencapaian anak.
  • Anak didorong untuk bermain dan beraktivitas bersama-sama.
  • Guru menolong anak untuk menyelesaikan konflik dengan mengidentifikasi perasaan, mengambarkan masalah yang dihadapi dan mencoba beberapa alternatif penyelesaian. Guru tidak pernah menghukum anak secara fisik.

10-standar  

2. KURIKULUM

Sekolah mengimplementasikan kurikulum yang selaras dengan tujuan-tujuan pendidikan dan menyentuh semua area perkembangan: sosial, emosional, fisik, bahasa dan kognitif.

Sebuah kurikulum tertulis yang direncanakan dengan baik akan menjadi sebuah panduan bagi guru dan kepala sekolah. Kurikulum ini akan menolong mereka untuk bekerja sama dan menolong mereka untuk menyeimbangkan berbagai macam kegiatan dan pendekatan untuk memaksimalkan belajar dan perkembangan anak. Di dalam kurikulum terdapat tujuan-tujuan pembelajaran, aktivitas-aktivitas yang terrencana, menyertakan keterangan akan jadwal, rutinitas harian dan materi yang digunakan.

Apa yang perlu dicari:

  • Tanyakan kurikulum yang dipakai dan bagaimana kurikulum itu “address” semua aspek perkembangan anak. Kurikulum seharusnya tidak hanya fokus pada satu area perkembangan saja.
  • Anak diberi kesempatan untuk belajar dan berkembang melalui eksplorasi dan bermain, dan guru mempunyai kesempatan untuk bekerja dengan masing-masing anak atau dalam kelompok kecil untuk ketrampilan tertentu.
  • Materi dan peralatan menumbuhkan minat anak dan mendorong mereka untuk bereksperimen dan belajar.
  • Kegiatan dirancang untuk meningkatkan kemampuan berpikir, kemampuan memecahkan masalah, ketrampilan bergaul, kemampuan berbahasa, dan ketrampilan-ketrampilan lain.
  • Bayi dan anak usia 2 tahun bermain dengan mainan dan materi yang open-ended, seperti plastisin, cangkir dalam berbagai macam ukuran.

 

3. PEMBELAJARAN

Sekolah menerapkan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, tahap perkembangan bahasa anak dan budaya dalam konteks tujuan kurikulum.

Anak-anak memiliki cara belajar, kebutuhan, kapasitas, minat dan latar belakang yang berbeda-beda. Dengan memahami perbedaan-perbedaan tersebut dan menerapkan pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk masing-masing anak, guru dan staf menolong anak untuk belajar.

Apa yang perlu dicari:

  • Guru memperhatikan dan mengawasi anak dengan baik.
  • Guru menyediakan waktu untuk aktivitas indoor dan outdoor setiap hari. Guru mengatur waktu agar anak-anak dapat bermain dan belajar baik secara individu maupun secara kelompok.
  • Hasil karya anak yang terbaru di pasang di kelas agar anak dapat merefleksikan hasil kerja mereka dan mengembangkannya.
  • Guru mengubah strategi dan materi belajar untuk memfasilitasi kebutuhan dan minat masing-masing anak, sehingga setiap anak terlibat aktif dan pembelajaran semakin maju.

 

4. PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK

Sekolah memiliki sistem penilaian baik yang formal maupun informal yang berkesinambungan dan sistematis. Penilaian ini dilakukan dalam konteks komunikasi timbal-balik dengan keluarga dan dengan kepekaan akan konteks budaya dimana anak bertumbuh.

Hasil penilaian bermanfaat bagi anak karena menginformasikan perkembangan program sekolah, pembelajaran dan keputusan-keputusan penting.

Penilaian menolong guru untuk merancang kurikulum yang sesuai dan pelajaran yang responsif terhadap kekuatan dan kebutuhan anak. Penilaian juga dapat menolong guru mengidentifikasi anak dengan kebutuhan khusus sehingga mereka mendapatkan bantuan yang sesuai.

Apa yang perlu dicari:

  • Sekolah mendukung pembelajaran anak dengan metode penilaian yang bervariasi, seperti observasi, checklist dan skala peringkat.
  • Metode penilaian sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak dan mencakup semua area perkembangan, termasuk didalamnya matematika, sains, ketrampilan kognitif lain; bahasa; sosial-emosional; fisik.
  • Guru menggunakan metode dan informasi penilaian untuk menetapkan tujuan pembelajaran untuk masing-masing anak dan memantau perkembangan mereka, dan juga untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan strategi mengajar.
  • Keluarga menerima informasi perkembangan anak secara teratur, juga melalui pertemuan dan konferensi.

 

5. KESEHATAN

Sekolah memperhatikan gizi dan kesehatan anak serta melindungi anak dan stafnya dari penyakit dan cedera. Anak-anak harus sehat dan aman sehingga mereka dapat belajar dan bertumbuh dengan baik. Sekolah harus aman dan sehat sehingga mendukung perkembangan kesehatan anak.

Apa yang perlu dicari:

  • Para staf mendapatkan pelatihan P3K
  • Bayi-bayi tidur terlentang
  • Sekolah memiliki kebijakan mencuci tangan secara rutin, serta membersihkan dan mendesinfeksikan seluruh area secara rutin.
  • Ada rencana yang jelas mengenai sakit penyakit, termasuk didalamnya kapan anak perlu pulang saat sakit dan bagaimana memberitahukan kepada orangtua.
  • Snack dan makanan bergizi, disiapkan dan disimpan dnegan baik.

 

6. GURU

Sekolah memiliki staf-staf pengajar dengan kualifikasi, pengetahuan dan komitmen profesional untuk memajukan perkembangan anak dan untuk mendukung kebutuhan dan minat keluarga yang berbeda-beda.

 

Guru yang memiliki persiapan, pengetahuan dan ketrampilan khusus dalam hal perkembangan anak dan pendidikan anak akan lebih dapat berinteraksi secara positif, berbahasa secara lebih kaya dan dapat menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas.

Yang perlu dicari:

  • Staf pengajar yang memiliki kualifikasi pendidikan dan pengetahuan yang khusus mengenai perkembangan dan pendidikan anak usia dini. Tanyakan, misalnya, berapa guru yang memiliki ijazah pendidikan anak usia dini atau ijazah mengajar yang setara.
  • Sekolah memfasilitasi perkembangan staf secara berkesinambungan, menyediakan orientasi untuk staf baru dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
  • Staf pengajar mendapatkan training kurikulum yang diterapkan di sekolah dan bekerja sebagai tim.

 

7. KELUARGA

Sekolah menjalin hubungan dengan keluarga untuk membantu perkembangan anak di segala situasi dan tempat. Hubungan ini peka terhadap bahasa, budaya dan komposisi keluarga. Untuk mendukung perkembangan anak secara optimal, sekolah perlu membangun hubungan yang didasarkan oleh saling percaya dan menghargai, mengikutsertakan keluarga dalam perkembangan pendidikan anak, dan mendorong keluarga untuk berpartisipasi di sekolah.

Apa yang perlu dicari:

  • Semua keluarga diterima dan didorong untuk terlibat dalam semua aspek sekolah.
  • Guru dan staf membiacarakan struktur keluarga dan pandangan mereka tentang cara mendidik anak dan menggunakan informasi tsersebut untuk mengadaptasi kurikulum dan metode mengajar sehingga sesuai dengan kebutuhan keluarga.
  • Sekolah menerapakan berbagai macam strategi untuk berkomunikasi dengan keluarga, melalui konferensi keluarga, orientasi keluarga baru, dan percakapan personal.
  • Informasi sekolah – termasuk di dalamnya kebijakan sekolah dan prosedur operasional – disediakan dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh keluarga siswa.

 

8. HUBUNGAN MASYARAKAT

Sekolah menjalin hubungan dengan masyarakat dan menggunakan sarana-sarana dalam masyarakat untuk mendukung pencapaian tujuan sekolah. Hubungan dengan institusi yang ada dalam masyarakat dapat membantu sekolah untuk mencapai tujuannya dan untuk menghubungan keluarga dengan sarana-sarana yang dapat mendukung perkembangan dan pendidikan anak.

Apa yang perlu dicari:

  • Sekolah menjalin hubungan dengan museum, taman, perpustakaan, kebun binatang dan sarana prasarana lain dalam masyarakat.
  • Perwakilan dari berbagai macam profesi di dalam masyarakat, seperti pemain musik, artis, dll, diundang untuk membagikan minat dan talenta mereka ke anak-anak.
  • Staf membangun hubungan yang profesional dengan organisasi dan institusi masyarakat yang akan meningkatkan kapasitas sekolah dalam memenuhi kebutuhan dan minat anak dan keluarganya.

 

9. LINGKUNGAN FISIK

Lingkungan sekolah aman dan sehat serta menyediakan fasilitas fisik indoor dan outdoor yang sesuai dan terawat. Fasilitas fisik dan materi yang tertata baik, memadai dan terawat memfasilitasi anak dan guru untuk belajar dan mengajar dengan nyaman, aman dan sehat.

Apa yang perlu dicari:

  • Fasilitas dirancang supaya guru dapat mengawasi anak dengan melihat dan mendengar.
  • Sekolah memiliki perabotan yang diperlukan seperti: wastafel, meja dan kursi kecil, dan tempat tidur.
  • Beraneka ragam materi dan peralatan yang sesuai dengan usia anak dan tahapan perkembangan anak tersedia dan terjaga dengan bersih, aman dan terawat.
  • Area bermain outdoor memiliki pagar sehingga menjadi batas dan mencegah akses ke jalan dan hal lain yang berbahaya.
  • P3K, alat pemadam kebakaran, alarm api, dan peralatan keselamatan lain tersedia dan terpasang.

 

10. KEPEMIMPINAN DAN MANAGEMENT

Sekolah dengan efektif mengimplementasikan kebijakan, prosedur dan sistem yang mendukung kestabilan guru dan staf.

Managemen yang efektif, pemimpin yang cakap, kebijakan dan prosedur yang bijaksana sangat penting untuk membangun dan menjaga sekolah yang berkualitas.

Apa yang perlu dicari:

  • Kepala sekolah memiliki kualifikasi pendidikan yang memadai, yaitu sarjana pendidikan anak usia dini atau bidang sejenisnya.
  • Sekolah memiliki izin dan memperoleh akreditasi dari pemerintah.
  • Kebijakan dan prosedur tertulis dibagikan kepada keluarga dan menjelaskan filosofi pendidikan, tujuan kurikulum, kebijakan cara mendisiplin anak, dan prosedur kesehatan dan keselamatan.
  • Rasio guru dan anak yang sesuai (misalnya untuk kelas dibawah 2th - 2 guru dengan 8 anak; usia 2 tahun – 2 guru dengan 12 anak; usia 4 tahun – 2 guru dengan 20 anak).

 

Diterjemahkan dari :

http://families.naeyc.org/accredited-article/10-naeyc-program-standards

 

 

 

Perlengkapan Sekolah
Pengembangan Guru
Peluang Usaha